skema pembuatan alkohol

 

Bahan yang telah difermentasi sudah mengalami perubahan menjadi alkohol dan air. Untuk memisahkan alkohol dan air , dilakukan dengan pemanasan pada tangki pemanasan (1) dan pendinginan di ruang destilator(2) . Pada destilator , pemisahan dilakukan dengan memanfaatkan perbedaan titik didih nya. Titik didih air berada pada 100C dan titik didih alkohol berada pada 80C. Pemanasan pada tangki pemanasan (2) dilakukan pada suhu 80C (termometer dibaca pada tangki destilator) . Alkohol yang masih berupa uap didinginkan pada ruang destilator(3), sehingga kembali menjadi cairan. Alkohol yang dihasilkan pada ruang destilator adalah alkohol dengan kandungan 90-95%.

Diagram diatas berlaku pada bahan yang sudah siap difermentasi , yaitu bahan yang sudah dalam bentuk gula sederhana. Misalnya Mollases , aren, dan nira. Bahan yang masih dalam bentuk pati harus diubah dahulu menjadi bentuk gula sederhana. Pengubahan pati menjadi gula disebut dengan hidrolisis. Hidrolisis menggunakan bantuan enzym alpha amilase dan beta amilase. Enzym ini telah tersedia dalam bentuk bubuk/powder atau dalam bentuk cairan.

 

4 Comments »

  1. josh wattimena said

    Bagaimanakah cara menghitung colum destilasi yang bisa memisahkan alkohol dari air sampai 99.5%
    saya telah mencobanya tetapi hasilnya tidak memuaskan, trims

  2. turi said

    Saya sudah lama tertarik dengan teknologi pembuatan alkohol baik dari ubi kayu maupun dari tabu/molasses. Tapi alkohol untuk bioethanol kan harus di atas 99,5%. Nah, Teknik yang jitu , murah, dan sederhana untuk memperolehnya bagaiman? adakah informasi lebih lanjut. Terima Kasih…

  3. destilator said

    salam kenal…
    numpang info bagi yang membutuhkan destilator atau mesin lainnya dapat di akses http://www.situsmesin.com/berita

    makasih. moga menjadi inspirasi bisnis anda. :)

  4. donna said

    bleh tau kagak cara penentuan kadar air atau kadar etanol serta metanol dari bioetanol terdenaturasi??

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment