kontroversi bioenergi

Ada kontroversi dalam menghasilkan bioenergi seperti etanol atau biodiesel. Terutama karena menggunakan energi dengan menggunakan energi dalam proses pemanasan. Sehingga nilai keekonomiannya diukur dari nilai energi yang digunakan untuk menghasilkan bioenergi. Misalnya saja untuk menghasilkan etanol dalam pemanasannya menggunakan bahan bakar biomassa. Sehingga memerlukan biaya, dan tidak ekonomis pada daerah yang sulit mencari bb biomassa. Sehingga menimbulkan pertanyaan baru, tidakkah lebih baik biomassa dipergunakan langsung?
Singkat kata : untuk memecahkan masalah krisis energi harus dilawan dari segala sisi. Seperti kata mantan wamen almarhum Widjajono Partowidagdo.
Contoh Langkah-langkah tersebut (yang kongkret dan sederhana) :
1)Pada daerah daerah penggilingan padi disediakan kompor dengan bahan bakar sekam padi
2)gunakan kayu bakar dari kayu kering saja
3)Gunakan serutan kayu pada daerah yang dekat pabrik kayu
4)Gunakan angkutan massal,dan sepeda
5)Gunakan material hemat energi,bangunan hemat energi
Pada intinya memecahkan masalah energi bukan hanya dengan cara mencari energi baru/terbarukan tapi pada mindset berpikir yang baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s